TERBUKTI! CARA MENGHITUNG IP ADDRESS JILID II Bag. Menentukan IP NETWORK DAN BROADCAST

Sebelumnya kita sudah sering kali melihat IP Address dengan contoh seperti 192.168.1.1/24. Kadang timbul pertanyaan tanda “/” di IP Address itu apa?


“/” tanda berikut biasa disebut slash dengan pengertian CIDR. CIDR (Classless inter-domain routing) digunakan untuk identifikasi jaringan dan perangkat individu. Dulu sebelum ditemukannya CIDR, para teknisi jaringan kebingungan untuk menentukan alamat IP dari jumlah host atau perangkat yang digunakan dan setelah ditemukan para teknisi lebih memudahkan menentukan itu semua.

Contoh ketika melihat IP Address 192.168.1.1/24 kita bisa menentukan jumlah perangkat yang bisa digunakan “/24” dan blok subnet IP tersebut. Kita tidak perlu pusing untuk berpikir IP Address 192.168.1.1 (tanpa CIDR / “/24”) berapa ya jumlah host dan berapa ya subnet masknya?. Begitu dengan adanya ini mempermudah, lebih efisien dan distandarisasi.

Contoh seperti tabel dibawah yang menggunakkan IP kelas C :

Oke lanjut. Sekarang kita menentukan IP NETWORK, BROADCAST, IP AWAL DAN AKHIR PADA IP ADDRESS.

Contoh soal : IP Address dengan 192.168.2.90/25 berapakah Ip network, broadcast, ip awal dan akhir pada ip address tersebut ?

IP Address: 192.168.2.90/25

Subnet Mask : 255.255.255.128

Untuk menentukan IP Network kita harus mengubah Subnet Mask dan IP Address ke dalam bentuk biner dan menentukan network portion dan host portion. Caranya ada ditutorial sebelumnya

Kita ubah angka Subnet Mask dari IP Address 192.168.2.90/25 yang dibatasi tanda (.) titik ke dalam biner:

  255          255      255        128

11111111    11111111    11111111  10000000

   192             168           2             90  /25

11000000    10101000     00000010    01011010

IP Address : 192.168.2.90/25

IP Address dalam biner : 11000000. 10101000. 00000010. 01011010

Kita tentukan dulu Network Portion dan Host Portionnya. Menentukan Network Portion dengan cara menghitung angka CIDR “/25” dari bilangan biner IP Address, dihitung dari kiri.

Jika dihitung dari kiri nilai biner, dihitung dengan angka CIDR “/25” maka kita dapat menentukan Network Portion dan sisanya adalah Host Portion.


Setelah tau Network Portion dan Host Portion pada IP Address, sekarang kita menggunakkan rumus untuk menentukan IP NETWORK yaitu :

SEMUA YANG BIT (BINER) DI DALAM HOST PORTION BERNILAI 0 (NOL) DAN BIT (BINER) DI DALAM NETWORK PORTION (TIDAK BERUBAH) BERNILAI TETAP

 Sekarang kita ubah ke biner nilai yang didalam host portion

Jadi IP Address : 192.168.2.90/25 memiliki biner yang diubah host portionnya

11000000. 10101000. 00000010. 00000000

      192            168                 2             0

Sekarang IP Network  dari IP Address 192.168.2.90/25 yaitu 192.168.2.0

Lanjut menentukan IP Broadcast. Dengan cara yang sama, tentukan dulu Network Portion dan Host Portion  IP Address tersebut seperti gambar diatas.

Setelah tau Network Portion dan Host Portion pada IP Address, sekarang menggunakkan rumus untuk menentukan IP BROADCAST yaitu :

SEMUA YANG BIT (BINER) DI DALAM HOST PORTION BERNILAI 1 (SATU) DAN BIT (BINER) DI DALAM NETWORK PORTION (TIDAK BERUBAH) BERNILAI TETAP

Sekarang kita ubah ke biner nilai yang didalam host portion

11000000. 10101000. 00000010. 01111111

      192            168                 2             127

Sekarang IP Broadcast  dari IP Address 192.168.2.90/25 yaitu 192.168.2.127

Lanjut menentukan IP awal dan IP akhir yang digunakan perangkat dari IP Address 192.168.2.90/25 .

Sekarang kita tentukan IP AWAL YANG DIGUNAKAN PERANGKAT (HOST) DARI IP Address 192.168.2.90/25

Dengan cara yang sama, tentukan dulu Network Portion dan Host Portion  IP Address tersebut seperti gambar diatas. Sekarang menggunakkan rumus untuk menentukan IP AWAL yaitu

BIT (BINER) PERTAMA DI DALAM HOST PORTION BERNILAI 0 (NOL) DAN NILAI BIT (BINER) TERAKHIR DIBERI NILAI 1 (SATU)

SERTA BIT (BINER) DI DALAM NETWORK PORTION (TIDAK BERUBAH) BERNILAI TETAP

*Note : DARI BIT (BINER) AWAL DIUBAH MENJADI NILAI 0 DAN BIT TERAKHIRNYA DIUBAH JADI 1

Sekarang kita ubah NILAI BIT TERAKHIR DI HOST PORTION MENJADI 1

11000000. 10101000. 00000010. 00000001

     192             168               2                1

IP AWAL YANG DIGUNAKAN PERANGKAT (HOST) yang digunakan IP Address 192.168.2.90/25 adalah 192.168.2.1

Sekarang kita tentukan IP AKHIR YANG DIGUNAKAN PERANGKAT (HOST) DARI IP Address 192.168.2.90/25

Dengan cara yang sama, tentukan dulu Network Portion dan Host Portion  IP Address tersebut seperti gambar diatas. Sekarang menggunakkan rumus untuk menentukan IP AKHIR yaitu

BIT (BINER) PERTAMA DI DALAM HOST PORTION BERNILAI 1 (SATU) DAN NILAI BIT (BINER) TERAKHIR DIBERI NILAI 0 (NOL)

SERTA BIT (BINER) DI DALAM NETWORK PORTION (TIDAK BERUBAH) BERNILAI TETAP

*Note : DARI BIT (BINER) AWAL DIUBAH MENJADI NILAI 1 (SATU) DAN BIT TERAKHIRNYA DIUBAH JADI 0 (NOL)

Sekarang kita ubah NILAI BIT PERTAMA HOST PORTION (SEBELUM NILAI AKHIR HOST PORTION) DIUBAH MENJADI 1 (SATU) DAN NILAI BIT TERAKHIR DI HOST PORTION MENJADI 0.

11000000. 10101000. 00000010. 01111110

     192             168               2                126

IP AWAL YANG DIGUNAKAN PERANGKAT (HOST) yang digunakan IP Address 192.168.2.90/25 adalah 192.168.2.126

JADI IP ADDRESS 192.168.2.90/25

IP NETWORK : 192.168.2.0

IP BROADCAST : 192.168.2.127

RANGE HOST (IP AWAL – AKHIR DARI IP ADDRESS) : 192.168.2.1 – 192.168.2.126

JUMLAH HOST : 126

TERBUKTI! CARA MENGHITUNG IP ADDRESS JILID I

                Kita sering kali mendengar kata “IP Address” tapi apa itu IP Address?

IP Address atau Internet Protocol Address adalah alamat identifikasi untuk perangkat seperti komputer, Smartphone atau laptop dalam jaringan internet yang berisi deretan angka biner (0 dan 1) dan memiliki jumlah 32 bit sampai 128 bit.

Contohnya seperti ini, ketika Smartphone kamu terhubung oleh koneksi WiFi di tempat nongkrong. Smartphone memiliki alamat IP menuju WiFi untuk terhubung ke Internet.

Gambaran mudahnya, kamu punya gebetan. Untuk menuju tempat tinggal gebetanmu, kamu harus tau alamatnya kan?. Dan sebelum menjemput kamu punya alamat sebelum pergi misalnya dari rumah ke rumah gebetanmu.

IP address terbagi dua bagian. Pertama, IP versi 4 atau IP v4 yang mempunyai 32 bit bilangan biner. Kedua, IP versi 6 atau IP v6 yang mempunyai 128 bit bilangan biner.

Alamat jaringan digunakan router untuk mencari jaringan tempat perangkat (komputer, laptop dan sebagainya) berada seperti contoh kasus di atas terhubung WiFi tempat nongkrong.

Sementara untuk alamat jaringan lokal digunakan mengenali perangkat pada jaringan lokal seperti kantor atau warnet.

IP versi 4 terdiri beberapa kelas yang ditentukan besar ukuran jaringan :

Kelas A :  Digunakan untuk jaringan yang besar dengan kapasitas lebih dari 16 juta komputer

Kelas B : Digunakan untuk jaringan yang ukurannya sedang dengan kapasitas lebih dari 65 ribu komputer

Kelas C : Digunakan untuk jaringan yang ukurannya kecil dengan kapasitas 254 komputer

Kelas D : Digunakan untuk IP Multicasting

Kelas E : Dicadangkan untuk penggunaan eksperimen

(Sumber Wikipedia)


Bagaimana Struktur IP Adress?

IP v4 Address memiliki struktur berupa Network Portion, Host Portion, Nilai Octet dan 32-bit address. Mari kita bahas satu persatu.

  1. Network Portion adalah sekelompok host (pengguna) yang memiliki pola yang identik di bagian alamat IP. Kasus ini menggunakkan IP Kelas C.
  2. Host Portion adalah sebuah alamat IP yang bisa digunakan perangkat ke jaringan Internet


Contoh kasus untuk Network Portion dan Host Portion. Jika ada WiFi di tongkrongan menggunakan alamat IP kelas C yaitu 192.168.1.1, WiFi dihubungkan ke banyak perangkat. Misalnya Smartphone, Laptop dan sebagainya maka alamat IP yang 192.168.1.1 berubah angka terakhirnya. Misalnya 192.168.1.2, Mengapa angka terakhir yang berubah? Karena menggunakan IP kelas C dan 3 angka tetap yaitu 192.168.1 dan angka 2 adalah angka terakhir yang berubah untuk menghubungkan perangkat ke tujuan WiFi tongkrongan

  • Octet adalah nilai byte setiap bit yang terdiri dari bilangan biner. Dan 1 byte = 8bit. Contoh dibawah bilangan biner (0 dan 1) berjumlah 8bit dan jika dijumlah semua bit menjadi 32bit.

IP selalu memiliki Subnet Mask dan Prefix. Subnet Mask berfungsi untuk menentukan alamat tujuan paket data dan sebagai penentu Network Portion dan Host Portion dalam bilangan biner.

Contoh :

Kelas A
Subnet Mask : 255.0.0.0

Dalam Biner : 11111111.00000000.00000000.00000000

Kelas B

Subnet Mask : 255.255.0.0

Dalam Biner  : 11111111. 11111111.00000000.00000000

Kelas C

Subnet Mask : 255.255.255.0

Dalam Biner : 11111111.11111111. 11111111.00000000

Sedangkan Prefix adalah petunjuk banyak bit dari alamat IP yang Network Portion yang bisa dipakai, intinya sebagai penentu kapasitas dari IP tersebut.

Sekarang, CARA MENGHITUNG JUMLAH NETWORK DAN JUMLAH HOST :

Kelas C

IP : 192.168.10.1/30

Subnet mask : 255.255.255.252

Sekarang diubah ke bentuk biner. Bagaimana caranya?

IP : 192.168.10.1/30

IP terdiri dari 32 bit, terdiri 8 bit. Nah 192 itu terdiri dari 8 bit yang berisi bilangan biner dan 168, 10, 1 juga terdiri dari 8 bit bilangan biner (angka 0 dan 1).

Dikurangkan 192 ke angka yang paling terdekat . Angka terdekat dari 192 adalah 128 jika dilihat dari ilustrasi diatas, Jadi 192 – 128 = 64, hasil 64 dikurangi diangka terdekat dari ilustrasi diatas. 64 – 64 = 0 maka selanjutnya 0 sampai ke angka terakhir.

Jadi disini angka 192 itu memiliki nilai 1=128 1=64 0 0 0 0 0 0

Maka hasil biner dari angka 192 yaitu 11000000 = 8 bit

Masih bingung mendapatkan angka 128,64,32,16,8,4,2,1? Itu adalah hasil dari 2 yang dipangkatkan. Dari ujung kanan 20 hasilnya 1, 21 hasilnya 2 begitu seterusnya.


Sekarang mengubah 168 ke bilangan biner

Jika bilangan biner bernilai 1 maka hasilnya adalah nilai yang dibawahnya seperti ilustrasi diatas. Jika 0 maka hasilnya 0. Kita mengikuti ilustrasi diatas jadi angka 168 dikurangi angka terdekat dari ilustrasi diatas. 168-128 = 40, terus 40 – 32 = 8 dan 8 – 8 = 0. Jika hasilnya 0 dan tidak tersisa maka selanjutnya 0 sampai ke angka terakhir.

Jadi hasil biner dari angka 168 adalah 10101000

Sekarang mengubah 10 ke bilangan biner.

Kita mengikuti ilustrasi diatas jadi angka 10 dikurangi angka terdekat dari ilustrasi diatas. 10 – 8 = 2, terus 2 – 2 = 0. Maka selanjutnya 0 sampai ke angka terakhir.

Hasil biner dari angka 10 adalah 00001010

Sekarang mengubah 1 ke bilangan biner.

Kita mengikuti ilustrasi diatas jadi angka 1 dikurangi angka terdekat dari ilustrasi diatas. 1 – 1 = 0.

Hasil biner dari angka 1 adalah 00000001

Selesai jadi IP = 192.168.10.1 memiliki bilangan biner 11000000.10101000.00001010. 00000001 memiliki 32bit. 1 byte = 8 bit terdiri dari biner.

192.168.10.1/30

Kelas C

Subnet mask : 255.255.255.252

Subnet mask dalam biner : 11111111. 11111111. 11111111. 11111100

Sebenernya untuk mendapatkan Jumlah Network dan Host, kita hanya perlu menghitung subnet mask yang diubah ke dalam bentuk biner.

Lebih mudahnya IP 192.168.10.1/30 memiliki CIDR 30 yang ditandai “/” dihitung subnet masknya yang sudah diubah ke biner dan dihitung angka 1 dari biner tersebut.

Karena IP terdiri dari 32 bit maka 30 bitnya adalah 1 dan 2 sisa bitnya adalah 0.

Dan ini hasil subnet mask 255.255.255.252 = 11111111. 11111111. 11111111. 11111100

Karena ini kelas C maka perhitungan yang berubah hanyalah bilangan terakhir yaitu 252 dengan biner 11111100

1 1 1 1 1 1 0 0

128 64 32 16 8 4 2 1

Menghitung Jumlah Network = 2n . n adalah angka 1 pada tabel angka diatas. Angka 1 berjumlah 111111 = 6.

Maka 26 = 64. Hasilnya Jumlah Network adalah 64

Menghitung Jumlah Host = 2h – 2 . h adalah angka 0 pada tabel angka diatas. Angka 0 berjumlah 00 = 2.

Maka 22 – 2 = 2. Hasil Jumlah Host adalah 2.

IP 192.168.10.1/30 memiliki jumlah Network 64 dan jumlah Host 2

Lanjut.

IP : 172.168.10.1/16

Kelas B

Subnet Mask : 255.255.0.0

11111111.11111111.000000000.00000000

Karena ini kelas B maka nilai yang berubah adalah angka 0 dan 0. Angka ke dua terakhir dari Subnet mask. Angka 0 dan 0 dalam biner yaitu 0000000.00000000 = 16. Jelasnya seperti berikut.

Jumlah Network = 2n . n adalah angka 1 pada tabel angka diatas. Karena tidak ada angka 1. Maka 20 = 1. Hasil Jumlah Network adalah 1

Menghitung Jumlah Host = 2h – 2 . h adalah angka 0 pada tabel angka diatas. Angka 0 berjumlah 16.

Maka 216 – 2 = . 65.536 – 2  hasil Jumlah Host adalah 65.534

IP : 172.168.10.1/16 memiliki Jumlah Network 1 dan Jumlah Host 65.534.

Selanjutnya karena ada 5 soal yang harus dijawab haha

IP : 172.168.10.1/22

Kelas B

Subnet Mask : 255.255.252.0

Subnet Mask dalam biner : 11111111.11111111.11111100.00000000

Karena ini kelas B maka nilai yang berubah adalah angka 252 dan 0. Angka ke dua terakhir dari Subnet mask.

Angka 252 dalam biner : 11111100 dan Angka 0 dalam biner : 00000000

Jumlah Network : 2n . n adalah 1, karena 252 dan 0 memiliki 6 angka 1

Maka 26 = 64 Network

Jumlah Host = 2h  – 2 . h adalah 0, karena 252 dan 0 memiliki 10 angka 0

Maka 210 – 2 = 1.024 – 2 = 1.022 Host

IP : 172.168.10.1/22 memiliki Jumlah Network 64 dan Jumlah Host 1.022.

Lanjut.

IP : 10.168.5.1/8

Kelas A

Subnet mask : 255.0.0.0

Subnet mask dalam biner : 11111111.00000000.00000000.00000000

Karena ini kelas A maka nilai yang berubah adalah angka 0, 0 dan 0. Angka ke 3 dari subnet mask

Angka 0,0 dan 0 memiliki biner = 00000000.00000000.00000000

Jumlah Network : 2n . n adalah 1, karena 0,0 dan 0 tidak memiliki angka 1

Maka 20 = 1 Network

Jumlah Host = 2h  – 2 . h adalah 0, karena 0, 0 dan 0 memiliki 24 angka 0

Maka 224 – 2 = 16.777.216 – 2 = 16.777.214 Host

IP : 10.168.5.1/8  memiliki Jumlah Network 1 dan Jumlah Host 16.777.214.

Terakhir.

IP : 10.168.5.1/17

Kelas B

Subnet mask : 255.255.128.0

Subnet mask dalam biner : 11111111.11111111.10000000.00000000

Karena ini kelas B maka nilai yang berubah adalah angka 128 dan 0. Angka ke dua terakhir dari Subnet mask.

Angka 128 dalam biner : 10000000 dan 0 dalam biner : 00000000

Jumlah Network : 2n . n adalah 1, karena 128 dan 0 memiliki 1 angka 1

Maka 21 = 2 Network

Jumlah Host = 2h  – 2 . h adalah 0, karena 128 dan 0 memiliki 15 angka 0

Maka 215 – 2 = 32.768 – 2 = 32.766 Host

IP : 10.168.5.1/17 memiliki Jumlah Network 2 dan Jumlah Host 32.766.

Selesai, dengan cara ini semoga pembaca paham. Terima kasih